Tampilkan postingan dengan label LH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2009

Pembuatan Kompos


SMAN 1 Kraksaan mempunyai inisiatif untuk mengembangkan program Adi Wiyata yang berwawasan lingkungan hidup. Dengan cara mengolah limbah-limbah yang terdapat di lingkungan sekolah untuk di jadikan kompos.

1. Siapkan Reaktor Kompos (Komposter)

Ketika aku pindah ke Cimahi sebulan yang lalu, reaktor yang telah kubuat setahun yang lalu kubawa serta. Reaktor ini adalah wadah yang terabut dari PVC, drum berukuran kira-kira 1 m-kubik. Walaupun reaktor komposku terbuat dari drum PVC (seperti yang terlihat pada Gambar di atas), sebenarnya reaktor ini bisa dibuat dari apa saja. hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah, reaktor ini harus memiliki sistem ventilasi yang bagus. Reaksi pengkomposan adalah memang jenis reaksi yang memerlukan udara. Jika reaktor ini tidak memiliki sistem ventilasi yang baik, proses pembusukan yang terjadi juga akan menghasilkan bau busuk akibat dari pembentukan amoniak dan H2S.

2. Persiapan Bahan Organik

Siapkan bahan (atau sampah) organik yang akan dikomposkan. Sampah organik yang disiapkan bisa berasal apa saja, misalnya dari sisa sayuran, nasi, atau potongan-potongan tanaman dari kebun. Agar kompos tidak berbau, hindari memasukkan daging, tulang dan minyak. Sebelum dimasukkan ke dalam reaktor kompos, bahan-bahan tadi sebaiknya dipotogn kecil-kecil agar proses dekomposisinya menjadi lebih cepat dan lebih sempurna. Proses pembusukan atau dekomposisi memerlukan bakteri pengurai. Jadi, alangkah baiknya jika bahan-bahan tadi dicampur terlebih dahulu dengan sumber bakteri pengurai sebelum dimasukkan ke dalam reaktor kompos. Sumber bakteri pengurai yang paling mudah didapat adalah pupuk kandang (kotoran ternak). Bakteri pengurai yang dapat digunakan untuk membantu proses pengomposan juga dijual di toko-toko penjual pupuk. Salah satunya adalah EM4 (Effective Microorganism 4) yang aku beli di Cihideung seharga Rp. 15000,- sebotol berukuran 1 liter.

3. Siram dan Aduk

Agar proses pengomposan berjalan dengan sempurna, media harus mengandung kira-kira 50% air. Jadi jangan lupa untuk selalu menyiram media kompos ini setiap hari dengan air secukupnya. Bila perlu, bolak-balik media kompos setiap hari agar proses aerasi berjalan sempurna. Selama proses pengomposan, sering kali lalat menjadi masalah yang menjengkelkan. Oleh sebab itu, kuusahakan agar setiap lubang di reaktor komposku kututup dengan kawat kasa. Bila bau tak sedap keluar, tambahkan air dan EM4, dan bau segera menghilang. Jika proses ini berjalan dengan baik, setelah 5 hari volume sampah yang dimasukkan akan menyusut kira-kira menjadi hanya 25% dari volume awalnya. Jadi untuk skala rumah tangga, reaktor kompos berukuran 1 m-kubik sudah lebih dari cukup.

4. Panen

Kompos siap dipanen setelah diproses kira-kira 2-3 minggu, bergantung pada tahap pemrosesnya. Pada reaktor komposku, sengaja kubuat sebuah sistem sederhana sehingga proses pemanenan kompos dilakukan dari dasar reaktor. Kompos yang diperoleh adalah lumpur hitam yang mengandung air kira-kira 50%. Sehingga, untuk mendapatkan kompos kering, lumpur tadi harus dijemur. Biasanya, lumpur yang kuperoleh langsung kupakai sebagai media tanaman di kebunku. Jadi tidak perlu dijemur dahulu.

Bioassesment, apaan tuh ???

Pasti bingung ya, apa sih "Bioassesment" itu? Yups,,yang jelas jauh beda ama "semen". Bioassesment diartikan sebagai penilaian terhadap parameter biologis lingkungan, khususnya perairan di sekitar kita. Loh, emangnya masalah air aja kok dinilai, apaan sih faedahnya?
Loh,loh,loh,,jangan sok meremehkan air ya. Hayo, apaan sih manfaat air bagi kita, bagi lingkungan hidup kita? Bisa dikatakan air termasuk sumber alam dan sumber kehidupan. Coba bayangin aja, kalau kebutuhan tubuh kita atau tumbuhan kekurangan air. Kekurangan air sungguh merepotkan tapi gimana juga pas lagi kelebihan air atau banjir. Nah tuh, gimana dah..brabe kan???Itu sih kesalahan kita yang "ngawur" ama lingkungan. Suka nebangin pohon sembarangan, kagak bertanggung jawab. Yah, terima aja deh bencananya! Air merupakan bagian penting dari kehidupan makhluk hidup. Air yang tercemar bisa menyebabkan kerusakan kehidupan. Kita udah pada tau kan,,pencemaran air itu kagak mesti ditimbulakna oleh limbah dari suatu perusaan tertentu yang besar, rumah tangga pun sering pula mebuang limbah sabun atau barang-barang racun ke air sungai walau kadarnya sedikit. Yup! jelas aja itu bisa menimbulakan efek yang membahayakan. So, sobat..kita harus menyadari bahwa kita ga' boleh seenaknya aja terhadap lingkungan. Sadar dong! 3 M, istilahnya. Apaan lagi tuh 3 M? M yang pertama,Mulai dari diri sendiri. M yang ke dua, Mulai dari yang kecil-kecil. Lantas M yang terakhir Mulailah sekarang juga.

Kamis, 06 Agustus 2009

Penanaman Sejuta Pohon Dalam Rangka Hari Pohon Sedunia

Hari Sabtu, tanggal 21 Februari 2009 di SMAN 1 Kraksaan telah dilaksanakan Apel Pramuka seKwartir Kraksaan untuk menyambut acara penanaman sejuta pohon di kecamatan Kraksaan. Tidak terkecuali GUDEP SMAN 1 kraksaan telah mengeluarkan anggota pramuka dari seluruh siswa kelas X dan XI. Suatu penghormatan juga di berikan kepada anggota Pramuka SMAN 1 Kraksaan, terutama yang aktif untuk mengikuti menjadi petugas Apel. Muhammad Dwi Yanto Putro itulah yang diberi tugas sebagai komandan pada acara apel.
Pada kesepatan ini pula atas nama BLH Bpk. Iskandarwanto menyerahkan bibit pohon kepada ketua kwartir ranting kraksaan. Selain itu bantuan bibit juga diterima daro PT. Brahma Esa Anosma dan PT. Semen Gresik, semua bibit pohon + sejumlah 5.000 yang terdiri dari sangon, tanjung, matowa, sawo, jambu air, mimbo, gemilina, dll.
Adapun tujuan dari Gerakan Penghijauan ini adalah untuk menyambut ADIPURA di kota Kraksaan. Sedangkan Pramuka ingin mengkampanyekan tradisi tanam pohon sebagai bentuk 1 kepedulian kepada lingkungan. Sebagai warga SMAN 1 kraksaan, kita harus tahu bahwa lahan di belakang yang kita tanami bibit pohon itu adalah "Hutan Sekolah" yang kita rencanakan kedepan sebagai salah satu unsur penting untuk mendapatkan kategori Sekolah ADIWIYATA.
Nah......... oleh karena itu jangan heran, terkejut, atau pingsan. Kalau tata tertib sekolah sekarang ditambah lagi dengan poin-poin yang berkaitan hidup.

Kompor Tenaga Surya

Kraksaan - Empat murid SMAN 1 Kraksaan Mempunyai terobosan menarik. Mereka menciptakan kompor bertenaga matahari. Kompor tersebut saat ini diikutkan lomba dengan tema mengantisipasi perubahan iklim yang diselenggarakan British Council Jakarta.

Empat siswa itu adalah Wienda Jusitia, Marsandi, Willy Yunianto, dan Yogi Dw. Kemarin (14/7), sekitar pukul 10.00, mereka menunjukkan kerja kompor tersebut dihadapan juri lomba yang datang. Juri yang datang saat itu adalah Masud Efendi dari Yayasan Kaliandra, Prigen Pasuruan.
Ada tiga kompor bertenaga matahari yang dipresentasikan. Ketiganya berbentuk sama. Prinsip kerjanya sederhana. Panas matahari yang masuk ditampung dalam ruang berlapis kaca cermin. Panas dalam ruang itu yang kemudian dimanfaatkan untuk memasak.

Wienda yang menjadi koordinator kelompok pembuatan kompor tersebut, menjelaskan proses pembuatannya. "Ini hanya dibuat dengan kaca cermin biasa. Tenaga pemanasnya diambil dari tenaga matahari. Jadi, apa yang akan dimasak itu ditaruh di dalam sampai matang," Katanya.

Tetapi, kata Wienda untuk sementara kompor itu tidak bisa digunakan 24 Jam. "Kompor ini hanya bisa digunakan mulai pukul 11 sampai 2 siang. Karena ada sinar matahari. Kalau digunakan pagi hari, hanya mampu memasak air. Tenaganya tidak terlalu tinggi dan panas," katanya.

Kemarin kompor itu 45 menit untuk membuat mie goreng masak. Waktu memasak ideal yaitu saat panas matahari mencapai puncak, yakni pukul 13.00 hingga 14.00. Tapi walau begitu, kompor ini belum mampu dipakai masak nasi.

Apa tujuan dibuatnya kompor ini? Untuk mengurangi ketergantungan manusia pada produk tekhnologi berenergi listrik maupun minyak." Juga untuk mengantisipasi pemanasan global," katanya singkat.

Sementara Kepala SMAN HM. Nasor bahwa kompor bertenaga matahari itu murni kreasi murid-muridnya."Alhamdulillah sekarang ini hasilnya sudah diikutkan lomba tingkat nasional." (ain/yud).

School Climate Challenge

“ Developing Climate Solutions within School Communities ”

School Climate Challenge adalah kompetisi yang bertujuan mendorong para guru dan siswa Sekolah Menengah di seluruh Indonesia untuk menggagas project yang inovatif, kreatif, berkesinambungan, dan terutama berkontribusi terhadap solusi perubahan iklim, dan memiliki manfaat ekonomi baik bagi sekolah maupun komunitas.

Nah, untuk Tim SCC SMAN 1 Kraksaan yang beranggotakan Yogi Dwi Mahandi, Marsandi Arfianto, Willy Yuniarto, dan Wienda Justitia A. serta Eva Early Nur HIdayati sebagai pembimbing, beraksi lagi dengan “solar box” yang dimiliki.
Perjalanan yang cukup panjang telah dilalui hingga akhirnya menjadi 15 besar TIM SCC yang selanjutnya akan disaring lagi menjadi 3 besar. Untuk perjalanan Tim SCC ini memang tidaklah mudah, pada dasarnya konsep kegiatan SCC ini serupa dengan kegiatan Environment Day 2008 yang diadakan oleh PT.IPMOMI-Paiton.

Perjalanan yang dilalui memang cukup panjang, pada awalnya Tim SCC ini memang sedang melaksanakan suatu proyek penelitian terhadap solar box yang dimiliki, kemudian pada tanggal 24 Februari 2009 Tim SCC mengirimkan proposal project tahap awal ke sekretariet school climate challenge. Selanjutnya setelah menjalani tahap seleksi proposal, Tim SCC ini harus melanjutkan ke tahap penelitian awal, pada tanggal 07 Juni 2009 Tim SCC berhasil mengirimkan laporan kegiatan penelitian yang telah dilakukan. Selanjutnya dari laporan tersebut akan diseleksi lagi dan dari 172 proposal yang masuk Tim SCC SMAN 1 Kraksaan mendapatkan tempat untuk bersaing kembali dengan 14 peserta lainnya se-Indonesia. Tahap yang harus dilalui Tim SCC ini selanjutnya adalah tahap penilaian sejauh mana kegiatan penelitian ini telah memberikan kontribusi terhadap peubahan iklim yang saat ini terjadi.

Selasa, 14 Juli 2009 Tim SCC SMA N 1 Kraksaan kedatangan tamu dari Kaliandra-Pasuruan Bapak Kiswoyo dan Bapak Masudi. Mereka merupakan tim penilai untuk kegiatan SCC yang tengah diikuti oleh Tim SCC SMA N 1 Kraksaan. Selama 1 hari itu, Tim SCC menemani tim penilai mereka untuk meninjau solar box yang dimiliki. Di samping untuk meninjau solar box yang sedang dijadikan bahan penelitian ternyata tim penilai SCC tersebut juga meninjau kegiatan peduli lingkungan di SMA N 1 Kraksaan, seperti pembuatan kompos, pembudidayaan ikan lele, pembuatan dan hasil produksi jamu tradisional, pembudidayaan tanama obat keluarga, serta kebersihan lingkungan sekolah. Hingga saat ini Tim SCC SMA N 1 Kraksaan masih menunggu pengumuman untuk kejuaraan SCC ini. GOOD LUCK!!!!!

HOW TO KEEP OUR ENVIRONMENT WELL?

Lingkungan dapat mencakup wilayah yang sempit ataupun luas. Seperti halnya lingkungan sekitar rumah, terdapat halaman yang berisi bermacam-macam komponen abiotik misalnya tanah dan biotik yaitu tumbuhan-tumbuhan atau hewan lain. Tentunya dengan lingkungan indah dan bersih akan membuat hati kita merasa damai. Tapi...!!! Bagaimana kita menjaga dan merawat itu semua? Ikuti tips berikut ini:
1. Mulailah dengan menanamkan rasa peduli, terutama kepada tubuh kita sendiri. Rawat dan bersihkan badan kita terlebih dahulu sebelum merawat lingkungan.
2. Dengan tubuh yang sehat dan bersih, berarti kita sudah siap menjaga dan merawat lingkungan. Lingkungan disini, bisa lingkungan rumah ataupun sekolah. Rawatlah lingkungan kita tersebut hingga bersih dan indah. Hal ini dilakukan secara rutin, namun tidak mengganggu kegiatan kita masing-masing. Cara mewujudkannya seperti contoh: menyapu halaman rumah atau merawat tumbuhan dengan baik.

Setelah melakukan tips diatas, berarti dalam diri kita sudah tertanam rasa peduli terhadap lingkungan. Sehingga dimanapun berada, kita selalu menanamkan rasa peduli ini, seperti membuang sampah pada tempatnya.

WinkSelamat mencoba!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons