Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Agustus 2009

METODE EKSPOSITORI PLUS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMA OLEH : H A S A N, S.Pd.

“ METODE EKSPOSITORI PLUS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMA“
OLEH :
H A S A N, S.Pd.
SMA NEGERI 1 KRAKSAAN PROBOLINGGO


Metode ekspositori Pembelajaran Matematika
Adalah Metode Pengajaran yang digunakan dalam Pembelajaran Matematika dengan menggabungkan beberapa metode pengajaran sesuai dengan kebermaknaannya.

Kebermaknaan yang dimaksud adalah menggunakan / memanfaatkan titik penekanan dari metode pengajaran tertentu untuk penyajian materi pembelajaran ( bahan ajar ) yang esensial saat itu.

Metode Pengajaran yang digabung secara berurutan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) adalah sebagai berikut :

Pertama kali, di awal pengajaran metode yang digunakan adalah Metode Jig Saw ( pengelompokan model jig Saw ) Metode ini dipakai pada bagian awal saja, dengan maksud memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling berinteraksi secara bebas sesama teman dikelasnya. Siswa akan dibagi dalam 8 kelompok (kelompok asal) yang terdiri dari 5 orang anggota (kelompok ahli), selanjutnya akan memanfaatkan Metode e~Learning ( pembelajaran dengan elektronik ) yaitu sebagai penanaman konsep yang baik dari materi pembelajaran yang akan disampaikan sebagai pengganti metode ceramah, dengan catatan memiliki sarana yang memadai, seperti laptop / computer, DLP / LCD Proyektor dan lain-lain. Namun jika tidak didukung oleh sarana tersebut, maka bisa juga diganti dengan Metode Ceramah untuk mendampingi metode ‘e~learning’ untuk memberikan penekanan-penekanan tertentu agar lebih bermakna dan mudah dipahami oleh siswa, jika dibanding hanya sekedar mengikuti alur (algoritma) dari soft were computer saja. Metode ceramah ini, bukan ceramah murni, melainkan ada pemberian contoh soal untuk memperjelas konsep yang sudah diterima siswa, sekaligus mengaktifkan Metode Tanya Jawab untuk mengetahui prediksi awal tentang daya serap siswa ( daya serap sementara ) dengan indikator jawaban / tanggapan siswa dan Guru dapat melakukan penilaian formatif, dengan catatan setiap siswa sudah diberi nomor / label identitas yang mudah dibaca dan dikenal oleh Guru. Selanjutnya akan digunakan Metode Pemberian Tugas untuk memberi kesempatan kepada siswa untuk menuangkan pengetahuannya atas konsep yang telah diterimanya dalam bentuk penyelesaian soal-soal secara berkelompok. Pemberian tugas ini bisa juga berupa LKS (Lembar Kerja Siswa ). Pada saat kegiatan ini Guru Penyaji dibantu oleh Guru Pendamping yang bertugas antara lain untuk memberi bimbingan kelompok / penilaian kelompok dan memberi arahan-arahan kepada siswa. Setelah semua kelompok menyelesaikan tugasnya digunakanlah Metode Presentasi ( Penyajian ) sebagai alat sosialisasi, koreksi, evaluasi, dan fit back (umpan balik) bagi Guru, yang dimaksud diatas adalah adalah :
a. Sosialisasi
Sosialisasi hasil pekerjaan dari kelompok yang satu kepada kelompok yang lainnya agar materi pembelajaran dapat diterima secara menyeluruh dengan ketentuan, Daya Serap Siswa ≥ 70 % sesuai ‘Teori Bloom’
b. Koreksi
Hasil pekerjaan suatu kelompok dapat dipertanggungjawabkan serta dapat dikoreksi oleh kelompok lain sampai mencapai nilai kebenarannya.
c. Evaluasi
Hasil pekerjaan kelompok (siswa) dapat dijadikan sebagai alat evaluasi oleh guru selain hasil uji kompetensi oleh masing-masing siswa pada saat ujian blok atau ulangan harian.
d. Fit Back ( Umpan Balik )
Perilaku siswa, pengetahuan siswa, kreatifitas siswa, serta respon siswa merupakan umpan balik bagi guru sebagai alat introspeksi diri untuk perbaikan pembelajaran berikutnya.

Setelah kegiatan penyajian ini selesai, maka Guru bersama Siswa menarik kesimpulan dan saran dari materi pembelajaran ini. Kemudian sebagai kegiatan penutup, dengan dibantu oleh Guru Pendamping melaksanakan Metode Kuisioner ( Pemberian Angket ) untuk mengetahui aspek afektif dari pembelajaran yang telah dilakukan dengan cara memberikan kuisioner (angket) “Penilaian Aspek Afektif” yang telah disiapkan (terlampir)



Hasan, /sman 1 kraksaan/2006


Download File ini


METODE PEMBELAJARAN MODEL TUMPENG OLEH : HASAN S.Pd

METODE PEMBELAJARAN MODEL TUMPENG
OLEH :
HASAN, S.Pd
SMA NEGERI 1 KRAKSAAN KABUPATEN PROBOLINGGO

ARE YUO KNOW ABOUT TUMPENG ?

Tumpeng is ceremonial dish of yellow rice served in a cone shape, maksudnya adalah hidangan formalitas berupa nasi kuning yang dihidangkan dalam bentuk sebuah kerucut, sedangkan “Tumpengan” is ritual which ceremonial dish of yellow rice served in a cone shape, maksudnya adalah acara keagamaan yang hidangannya formalitas berupa nasi kuning yang dihidangkan dalam bentuk sebuah kerucut.
Metode Pembelajaran Model Tumpeng merupakan salah satu strategi pengembangan professional guru melalui rangkaian siklus yang terjadi secara berulang-ulang. Terencana dan berkelanjutan. Kelompok guru mengembangkan pembelajaran secara bersama-sama dan guru lainnya mengamati aktivitas belajar siswa selama pembelajaran berlangsung, disamping itu metode pembelajaran model tumpeng juga mengutamakan pengintegrasian imtak dalam proses belajar mengajar pada tahapan refleksi melalui observer masing-masing kelompok belajar siswa. Pada akhir kegiatan guru tersebut berkumpul dan melakukan tanya jawab tentang pembelajaran yang dilakukan, merevisi dan menyusun pembelajaran berikutnya berdasarkan hasil diskusi.
Pada filsafat jawa, Tumpeng (tumpengan) selalu dinikmati secara bersama-sama dengan situasi dan kondisi yang suka ria, tanpa terlalu banyak mempertimbangkan nilai gizi, kualitas dan kuantitas dari tumpeng itu sendiri, yang penting adalah kebersamaan, keceriaan, dengan satu tujuan seperti halnya bentuk tumpeng yang selalu mengerucut. Dari filasafat tumpeng ini, maka metode pembelajaran model tumpeng bertujuan tidak jauh dari tujuan ritual tumpeng itu, yaitu melaksanakan pembelajaran secara bersama-sama dengan mengoptimalkan sarana dan potensi yang ada untuk mencapai satu tujuan yaitu komunitas belajar siswa yang baik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Karakteristik metode pembelajaran model tumpeng melalui beberapa tahapan , yaitu tahap perencanaan meliputi : a) merekrut anggota kelompok atau team pengajar ; b) menyusun waktu khusus ; c) menyusun jadwal pertemuan ; d) menyetujui aturan kelompok.
Tahap pelaksanaan meliputi : a) adanya guru utama atau penyaji materi ; b) adanya observer atau pengamat terhadap kegiatan dan aktivitas siswa ; c) adanya kelompok belajar siswa yang heterogen di kelas ; d) keseimbangan peran dan fungsi dari masing-masing perilaku pembelajaran di kelas ; e) adanya bimbingan dan petunjuk teknis terhadap kelompok siswa oleh masing-masing observer dalam mengikuti proses belajar mengajar ; f) pembelajaran berbasis ICT/TIK dan berorientasi pada BSE (buku sekolah elektronik) dengan memanfaatkan situs www.bse.depdiknas.co.id ; g) dilakukan berbagai penilaian oleh masing-masing observer, antara lain 1. penilaian individu, meliputi : kognitif, afektif dan psikomotorik, ; 2. penilain kelompok, meliputi : proses belajar mengajar, bertanya, berpendapat, mengerjakan soal dan berdiskusi ; 3. penilain kelas, meliputi : pengamatan kapan mulai konsentrasi untuk belajar, berhenti berkonsentrasi dalam belajar, hikmah pelajaran berharga apa yang dapat di perik dari pembelajaran ini.
Tahap akhir atau refleksi, meliputi a) adanya penarikan kesimpulan bersama-sama dengan siswa oleh guru utama ; b) penyampaian refleksi hasil observasi kelompok oleh maing-masing observer ; c) bimbingan dan pengarahan kelompok siswa oleh masing-masing observer terutama dalam usaha mengintegrasikan imtak pada pokok bahasan ini ; d) pemberian reward pada siswa tertentu ; e) usaha peningkatan kualitas dan prestasi belajar siswa; f)pemberian tugas siswa dengan mengoptimalkan fasilitas bloksport.sman1kraksaan.co.id.
Tahap monitoring dan evaluasi, pada tahap ini dimanfaatkan sebagai wahana pembelajaran internal yang meliputi : peningkatan kinerja, peningkatan dampak, proses belajar dan pemberdayaan, mendorong terwujudnya masyarakat belajar yang melembaga pada guru dan sekolah.
Siklus pembelajaran model tumpeng, yaitu : 1) perencanaan : mengidentifikasi tujuan belajar siswa dan pengembangan jangka panjang, merencanakan desain pembelajaran, yang meliputi observasi yang diamati secara berkolaborasi ; 2) pelaksanaan : salah satu guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan desain yang telah disusun, sedangkan guru lain mengamati dan mengumpulkan data tentang belajar, berfikir, perilaku siswa dan lainnya. ; 3) analisis : menganalisis data yang dikumpulkan pada saat observasi secara bersama-sama ; 4) laporan : menulis laporan yang mencakup perencanaan pembelajaran, data siswa hasil pengamatan, dan melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang dilaksanakan. Jika diperlukan guru memperbaiki dan mengulang kembali pembelajaran.
Langkah-langkah pelaksanaan metode pembelajaran model tumpeng mencakup tujuh(7) kegiatan. Kegiatan tersebut adalah 1) pembentukan kelompok model tumpeng ; 2) penentuan fokus model tumpeng ; 3) perencanaan model tumpeng ; 4) persiapan observasi ; 5) pelaksanaan dan observasi pembelajaran ; 6) Tanya jawab (diskusi) tentang pembelajaran yang dilaksanakan, dan 7) refleksi dan perencanaan langkah berikutnya
Metode pembelajaran model tumpeng dilaksanakan secara berkesinambungan dalam suatu rangkaian siklus. Untuk mengukur ketercapaian tujuan dan menjamin keberlanjutan serta kualitas pembelajaran model tumpeng, maka perlu dimonitor dan dievaluasi secara partisipatif dengan maksud untuk meningkatkan kinerja, dampak dan wahana pembelajaran bagi siswa. Guru dan sekolah. Metode pembelajaran model tumpeng ini tidak dilakukan untuk mencari kesalahan seorang guru tetapi untuk memberdayakan kegiatan, agar dapat dicarikan corrective action sehingga Metode pembelajaran model tumpeng dapat berjalan dengan baik, transparan, sahih dan obyektif serta mampu memuaskan semua pihak yang terkait.
Pengajar Matematika :
Nama : Hasan, S.Pd.
NIP. : 131990550
Mata Pelajaran : Matematika
Unit Kerja : SMAN 1 Kraksaan Probolinggo

Pengajar Matematika SMAN 1 Kraksaan Probolinggo


Download Doc. Metode Pembelajaran Ekspositori

Jumat, 07 Agustus 2009

LDKS

Apakah LDKS itu???? kegiatan yang melibatkan pengurus OSIS dan MPK mengikuti kegiatan yang ditujukan untuk melatih para siswa dalam berorganisasi. Kegiatan inilah yang disingkat LDKS, singkatan dari Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa. Selama LDKS berlangsung, pastinya banyak hal yang diperoleh oleh siswa, seperti dasarnya terhadap disiplin, cara berkomunikasi, memimpin, dan sebagainya.



Selain materi, merekapun memberikan tugas dan pembinaan. tugas harus dikerjakan dan diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan dan tepat waktu. Hal itu sangat menguji kemampuan serta tanggung jawab siswa sebagai pengurus OSIS dan MPK. Kegiatan macam LDKS ini juga menyatukan antara pengurus dalam MPK, dalam OSIS ataua atar bidang-bidang dari dua organisasi tersebut.

Dari kegiatan ini pula tentunya kita harapkan agar MPK dan OSIS memiliki suatu program yang bisa dijalankan dan kegiatan tersebut mampu meraih suatu prrestasi yang baik untuk para siswa dan untuk sekolah tercinta.

Hadang Asam Urat Dengan Bahan Alami

Bila anda penderita asam urat yang tak kunjung sembuh tidak salahnya mencoba ramuan dari alam.
1. BIJI SELEDRI. Caranya : satu sendok makan (1-3 gram) biji seledri segar dimasukkan dalam cangkir dan dituangkan dengan arioanas/mendidih, aduk dan diamkan selama 20 menit dalm keadaan tertutup. minum ramuan 3 kali sehari atau bila terjadi nyeri sendi. Perhatian : untuk wanita hamiul dan menyusui harap hati-hati menggunakan minuman ini.
2. MENIRAN. Caranya: meniran dapat di sajikan dalam bentuk seduhan teh dengan cara satu sendok teh herba (daun dan batang) kering dimasukkan kedalam satu cangkir, masukkan air mendidih tutup dan biarkan selama 20 menit kemudian saring. Awalm pengobatan minum dua cangkir seduhan teh meniran kemudian satucangkir, dua sampai tiga kali sehari, minum sebelum 15 menit saat perut kosong.

Mudah dan Murah Hilangkan Formalin

Apakah Anda sudah terlanjur membeli makanan yang mengandung formalin, ada tips untuk mengurangi kandungan formalin dalam makanan yang telah diawetkan dengan formalin.dengan cara yang mudah dan tanpa biaya tambahan apa-apa.

Untuk proses makanan ikan asin dapat dilakukan dengan cara merendam ikan asin tersebut pada tiga larutan , yaitu: air, air garam, dan air leri [cucian beras].

Perendaman dalam air selama 60 menit mampu menurunkan kadar formalinsampai 61,25%, air garam hingga 89,53%, air leri melarutkan 66,63%.

Ini artinya hanya dengan cara ini kita bisa terhindar lebih dari 60% dari formalin.

Bagaimana dengan tahu??? Sedikitnya ada 3 cara penanganan untuk mengurangi kadar formalin, direndam dengan air biasa, air panas, direbus dalam air mendidih, dikukus kemudian direbus kembali dalam air mendidih dan diikuti dengan proses penggorengan.

Bagaimana dengan mie?Rendam dalam air panas selama 30 menit diman hasilnya dapat menghilangkan formalin sampai 100%.

Ikan segar dapat dilakukan dengan merendamkan dengan larutan cuka 5% selama 15 menit. selamat mencoba, semoga berhasil.

Pembuatan Kompos


SMAN 1 Kraksaan mempunyai inisiatif untuk mengembangkan program Adi Wiyata yang berwawasan lingkungan hidup. Dengan cara mengolah limbah-limbah yang terdapat di lingkungan sekolah untuk di jadikan kompos.

1. Siapkan Reaktor Kompos (Komposter)

Ketika aku pindah ke Cimahi sebulan yang lalu, reaktor yang telah kubuat setahun yang lalu kubawa serta. Reaktor ini adalah wadah yang terabut dari PVC, drum berukuran kira-kira 1 m-kubik. Walaupun reaktor komposku terbuat dari drum PVC (seperti yang terlihat pada Gambar di atas), sebenarnya reaktor ini bisa dibuat dari apa saja. hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah, reaktor ini harus memiliki sistem ventilasi yang bagus. Reaksi pengkomposan adalah memang jenis reaksi yang memerlukan udara. Jika reaktor ini tidak memiliki sistem ventilasi yang baik, proses pembusukan yang terjadi juga akan menghasilkan bau busuk akibat dari pembentukan amoniak dan H2S.

2. Persiapan Bahan Organik

Siapkan bahan (atau sampah) organik yang akan dikomposkan. Sampah organik yang disiapkan bisa berasal apa saja, misalnya dari sisa sayuran, nasi, atau potongan-potongan tanaman dari kebun. Agar kompos tidak berbau, hindari memasukkan daging, tulang dan minyak. Sebelum dimasukkan ke dalam reaktor kompos, bahan-bahan tadi sebaiknya dipotogn kecil-kecil agar proses dekomposisinya menjadi lebih cepat dan lebih sempurna. Proses pembusukan atau dekomposisi memerlukan bakteri pengurai. Jadi, alangkah baiknya jika bahan-bahan tadi dicampur terlebih dahulu dengan sumber bakteri pengurai sebelum dimasukkan ke dalam reaktor kompos. Sumber bakteri pengurai yang paling mudah didapat adalah pupuk kandang (kotoran ternak). Bakteri pengurai yang dapat digunakan untuk membantu proses pengomposan juga dijual di toko-toko penjual pupuk. Salah satunya adalah EM4 (Effective Microorganism 4) yang aku beli di Cihideung seharga Rp. 15000,- sebotol berukuran 1 liter.

3. Siram dan Aduk

Agar proses pengomposan berjalan dengan sempurna, media harus mengandung kira-kira 50% air. Jadi jangan lupa untuk selalu menyiram media kompos ini setiap hari dengan air secukupnya. Bila perlu, bolak-balik media kompos setiap hari agar proses aerasi berjalan sempurna. Selama proses pengomposan, sering kali lalat menjadi masalah yang menjengkelkan. Oleh sebab itu, kuusahakan agar setiap lubang di reaktor komposku kututup dengan kawat kasa. Bila bau tak sedap keluar, tambahkan air dan EM4, dan bau segera menghilang. Jika proses ini berjalan dengan baik, setelah 5 hari volume sampah yang dimasukkan akan menyusut kira-kira menjadi hanya 25% dari volume awalnya. Jadi untuk skala rumah tangga, reaktor kompos berukuran 1 m-kubik sudah lebih dari cukup.

4. Panen

Kompos siap dipanen setelah diproses kira-kira 2-3 minggu, bergantung pada tahap pemrosesnya. Pada reaktor komposku, sengaja kubuat sebuah sistem sederhana sehingga proses pemanenan kompos dilakukan dari dasar reaktor. Kompos yang diperoleh adalah lumpur hitam yang mengandung air kira-kira 50%. Sehingga, untuk mendapatkan kompos kering, lumpur tadi harus dijemur. Biasanya, lumpur yang kuperoleh langsung kupakai sebagai media tanaman di kebunku. Jadi tidak perlu dijemur dahulu.

Kreativitas Dalam Peringatan Maulid Nabi



Senang, lucu, asyik, seru, menarik, , , yupz kata-kata ini yang cocok untuk menggambarkan suasana dan situasi yang terjadi pada hari Rabu, tanggal 11 Maret 2009 atau pada tanggal 14 Rabiul awal kemaren. Tentunya sobat semuah masih pada ingat kan?? Hmmmm. . . bener !! di hari itu, skul kita tercinta ini memperingati hari Maulid Nabi MUhammad SAW Ingat kan?? pastinya. . . .

Nahh.... untuk memeriahkan acara ini, skul kita khusunya OSIS SMAN 1 Kraksaan tak lupa untuk mengadakan kegiatan yang berbau Islamiyah lomba fashion show dan lomba mukhodaratul Islamiyah. Oleh karena itu, setiap kelas diwajibkan untuk mengirimkan kandidat-kandidatnya agar ikut berpartisipasi dalam kegiatan lomba tersebut. Masing-masing kelas wajib mengirimkan 1 pasang lomba fashion show dan 1 orang lomba mukhodaratul Islamiyah.
Tujuan diadakannya kegiatan lomba seperti mukhodaratul islamiyah dan fashion show ini adalah tidak lain untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan, serta mengembangkan kreativitas siswa-siswi SMAN 1 Kraksaan.
Oyy.... sobat pada tahu kan tema-tema apa saja yang dipersiapkan untuk da'i-da'i skul kita?? Yupz.... ada 3 tema, yaitu pentingnya menuntut ilmu, Akhlak Mulia, dan Meneladani sifat-sifat Rasul.
mMMMMmm.... peserta fashion show juga tak kalah hebohnya lho.... Berbagai aksi dan kreativitas masing-masing kelas dikeluarkan satu-persatu. Layaknya para model profesional, para peserta lomba pun tak segan-segan mengeluarkan bakatnya masing-masing. SPontan suasana aula pun menjadi ramai mendadak.
Wahhh... gimana??? Udah tahu kan?? Akhirnya... peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berarakhir dengan memuaskan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar. Semoga kedepannya, peringatan semacam ini juga terus diadakan dan semakin baik dari tahun ke tahun. Amien. . . . .

Bioassesment, apaan tuh ???

Pasti bingung ya, apa sih "Bioassesment" itu? Yups,,yang jelas jauh beda ama "semen". Bioassesment diartikan sebagai penilaian terhadap parameter biologis lingkungan, khususnya perairan di sekitar kita. Loh, emangnya masalah air aja kok dinilai, apaan sih faedahnya?
Loh,loh,loh,,jangan sok meremehkan air ya. Hayo, apaan sih manfaat air bagi kita, bagi lingkungan hidup kita? Bisa dikatakan air termasuk sumber alam dan sumber kehidupan. Coba bayangin aja, kalau kebutuhan tubuh kita atau tumbuhan kekurangan air. Kekurangan air sungguh merepotkan tapi gimana juga pas lagi kelebihan air atau banjir. Nah tuh, gimana dah..brabe kan???Itu sih kesalahan kita yang "ngawur" ama lingkungan. Suka nebangin pohon sembarangan, kagak bertanggung jawab. Yah, terima aja deh bencananya! Air merupakan bagian penting dari kehidupan makhluk hidup. Air yang tercemar bisa menyebabkan kerusakan kehidupan. Kita udah pada tau kan,,pencemaran air itu kagak mesti ditimbulakna oleh limbah dari suatu perusaan tertentu yang besar, rumah tangga pun sering pula mebuang limbah sabun atau barang-barang racun ke air sungai walau kadarnya sedikit. Yup! jelas aja itu bisa menimbulakan efek yang membahayakan. So, sobat..kita harus menyadari bahwa kita ga' boleh seenaknya aja terhadap lingkungan. Sadar dong! 3 M, istilahnya. Apaan lagi tuh 3 M? M yang pertama,Mulai dari diri sendiri. M yang ke dua, Mulai dari yang kecil-kecil. Lantas M yang terakhir Mulailah sekarang juga.

Kamis, 06 Agustus 2009

Penanaman Sejuta Pohon Dalam Rangka Hari Pohon Sedunia

Hari Sabtu, tanggal 21 Februari 2009 di SMAN 1 Kraksaan telah dilaksanakan Apel Pramuka seKwartir Kraksaan untuk menyambut acara penanaman sejuta pohon di kecamatan Kraksaan. Tidak terkecuali GUDEP SMAN 1 kraksaan telah mengeluarkan anggota pramuka dari seluruh siswa kelas X dan XI. Suatu penghormatan juga di berikan kepada anggota Pramuka SMAN 1 Kraksaan, terutama yang aktif untuk mengikuti menjadi petugas Apel. Muhammad Dwi Yanto Putro itulah yang diberi tugas sebagai komandan pada acara apel.
Pada kesepatan ini pula atas nama BLH Bpk. Iskandarwanto menyerahkan bibit pohon kepada ketua kwartir ranting kraksaan. Selain itu bantuan bibit juga diterima daro PT. Brahma Esa Anosma dan PT. Semen Gresik, semua bibit pohon + sejumlah 5.000 yang terdiri dari sangon, tanjung, matowa, sawo, jambu air, mimbo, gemilina, dll.
Adapun tujuan dari Gerakan Penghijauan ini adalah untuk menyambut ADIPURA di kota Kraksaan. Sedangkan Pramuka ingin mengkampanyekan tradisi tanam pohon sebagai bentuk 1 kepedulian kepada lingkungan. Sebagai warga SMAN 1 kraksaan, kita harus tahu bahwa lahan di belakang yang kita tanami bibit pohon itu adalah "Hutan Sekolah" yang kita rencanakan kedepan sebagai salah satu unsur penting untuk mendapatkan kategori Sekolah ADIWIYATA.
Nah......... oleh karena itu jangan heran, terkejut, atau pingsan. Kalau tata tertib sekolah sekarang ditambah lagi dengan poin-poin yang berkaitan hidup.

Kompor Tenaga Surya

Kraksaan - Empat murid SMAN 1 Kraksaan Mempunyai terobosan menarik. Mereka menciptakan kompor bertenaga matahari. Kompor tersebut saat ini diikutkan lomba dengan tema mengantisipasi perubahan iklim yang diselenggarakan British Council Jakarta.

Empat siswa itu adalah Wienda Jusitia, Marsandi, Willy Yunianto, dan Yogi Dw. Kemarin (14/7), sekitar pukul 10.00, mereka menunjukkan kerja kompor tersebut dihadapan juri lomba yang datang. Juri yang datang saat itu adalah Masud Efendi dari Yayasan Kaliandra, Prigen Pasuruan.
Ada tiga kompor bertenaga matahari yang dipresentasikan. Ketiganya berbentuk sama. Prinsip kerjanya sederhana. Panas matahari yang masuk ditampung dalam ruang berlapis kaca cermin. Panas dalam ruang itu yang kemudian dimanfaatkan untuk memasak.

Wienda yang menjadi koordinator kelompok pembuatan kompor tersebut, menjelaskan proses pembuatannya. "Ini hanya dibuat dengan kaca cermin biasa. Tenaga pemanasnya diambil dari tenaga matahari. Jadi, apa yang akan dimasak itu ditaruh di dalam sampai matang," Katanya.

Tetapi, kata Wienda untuk sementara kompor itu tidak bisa digunakan 24 Jam. "Kompor ini hanya bisa digunakan mulai pukul 11 sampai 2 siang. Karena ada sinar matahari. Kalau digunakan pagi hari, hanya mampu memasak air. Tenaganya tidak terlalu tinggi dan panas," katanya.

Kemarin kompor itu 45 menit untuk membuat mie goreng masak. Waktu memasak ideal yaitu saat panas matahari mencapai puncak, yakni pukul 13.00 hingga 14.00. Tapi walau begitu, kompor ini belum mampu dipakai masak nasi.

Apa tujuan dibuatnya kompor ini? Untuk mengurangi ketergantungan manusia pada produk tekhnologi berenergi listrik maupun minyak." Juga untuk mengantisipasi pemanasan global," katanya singkat.

Sementara Kepala SMAN HM. Nasor bahwa kompor bertenaga matahari itu murni kreasi murid-muridnya."Alhamdulillah sekarang ini hasilnya sudah diikutkan lomba tingkat nasional." (ain/yud).

School Climate Challenge

“ Developing Climate Solutions within School Communities ”

School Climate Challenge adalah kompetisi yang bertujuan mendorong para guru dan siswa Sekolah Menengah di seluruh Indonesia untuk menggagas project yang inovatif, kreatif, berkesinambungan, dan terutama berkontribusi terhadap solusi perubahan iklim, dan memiliki manfaat ekonomi baik bagi sekolah maupun komunitas.

Nah, untuk Tim SCC SMAN 1 Kraksaan yang beranggotakan Yogi Dwi Mahandi, Marsandi Arfianto, Willy Yuniarto, dan Wienda Justitia A. serta Eva Early Nur HIdayati sebagai pembimbing, beraksi lagi dengan “solar box” yang dimiliki.
Perjalanan yang cukup panjang telah dilalui hingga akhirnya menjadi 15 besar TIM SCC yang selanjutnya akan disaring lagi menjadi 3 besar. Untuk perjalanan Tim SCC ini memang tidaklah mudah, pada dasarnya konsep kegiatan SCC ini serupa dengan kegiatan Environment Day 2008 yang diadakan oleh PT.IPMOMI-Paiton.

Perjalanan yang dilalui memang cukup panjang, pada awalnya Tim SCC ini memang sedang melaksanakan suatu proyek penelitian terhadap solar box yang dimiliki, kemudian pada tanggal 24 Februari 2009 Tim SCC mengirimkan proposal project tahap awal ke sekretariet school climate challenge. Selanjutnya setelah menjalani tahap seleksi proposal, Tim SCC ini harus melanjutkan ke tahap penelitian awal, pada tanggal 07 Juni 2009 Tim SCC berhasil mengirimkan laporan kegiatan penelitian yang telah dilakukan. Selanjutnya dari laporan tersebut akan diseleksi lagi dan dari 172 proposal yang masuk Tim SCC SMAN 1 Kraksaan mendapatkan tempat untuk bersaing kembali dengan 14 peserta lainnya se-Indonesia. Tahap yang harus dilalui Tim SCC ini selanjutnya adalah tahap penilaian sejauh mana kegiatan penelitian ini telah memberikan kontribusi terhadap peubahan iklim yang saat ini terjadi.

Selasa, 14 Juli 2009 Tim SCC SMA N 1 Kraksaan kedatangan tamu dari Kaliandra-Pasuruan Bapak Kiswoyo dan Bapak Masudi. Mereka merupakan tim penilai untuk kegiatan SCC yang tengah diikuti oleh Tim SCC SMA N 1 Kraksaan. Selama 1 hari itu, Tim SCC menemani tim penilai mereka untuk meninjau solar box yang dimiliki. Di samping untuk meninjau solar box yang sedang dijadikan bahan penelitian ternyata tim penilai SCC tersebut juga meninjau kegiatan peduli lingkungan di SMA N 1 Kraksaan, seperti pembuatan kompos, pembudidayaan ikan lele, pembuatan dan hasil produksi jamu tradisional, pembudidayaan tanama obat keluarga, serta kebersihan lingkungan sekolah. Hingga saat ini Tim SCC SMA N 1 Kraksaan masih menunggu pengumuman untuk kejuaraan SCC ini. GOOD LUCK!!!!!

HOW TO KEEP OUR ENVIRONMENT WELL?

Lingkungan dapat mencakup wilayah yang sempit ataupun luas. Seperti halnya lingkungan sekitar rumah, terdapat halaman yang berisi bermacam-macam komponen abiotik misalnya tanah dan biotik yaitu tumbuhan-tumbuhan atau hewan lain. Tentunya dengan lingkungan indah dan bersih akan membuat hati kita merasa damai. Tapi...!!! Bagaimana kita menjaga dan merawat itu semua? Ikuti tips berikut ini:
1. Mulailah dengan menanamkan rasa peduli, terutama kepada tubuh kita sendiri. Rawat dan bersihkan badan kita terlebih dahulu sebelum merawat lingkungan.
2. Dengan tubuh yang sehat dan bersih, berarti kita sudah siap menjaga dan merawat lingkungan. Lingkungan disini, bisa lingkungan rumah ataupun sekolah. Rawatlah lingkungan kita tersebut hingga bersih dan indah. Hal ini dilakukan secara rutin, namun tidak mengganggu kegiatan kita masing-masing. Cara mewujudkannya seperti contoh: menyapu halaman rumah atau merawat tumbuhan dengan baik.

Setelah melakukan tips diatas, berarti dalam diri kita sudah tertanam rasa peduli terhadap lingkungan. Sehingga dimanapun berada, kita selalu menanamkan rasa peduli ini, seperti membuang sampah pada tempatnya.

WinkSelamat mencoba!

Hindari Narkoba

"DRUGS BRING US TO THE HELL"
(Narkoba Membawa Kita Ke Neraka)



INI ADALAH GAMBAR SESEORANG YANG MENYESAL KARENA TELAH TERCANDU NARKOBA!!! TETAPI HAL ITU TIADA GUNA DILAKUKAN TANPA ADA USAHA UNTUK MENGHINDARI DAN KHUSUSNYA BERTOBAT KEPADA ALLAH SWT AGAR TIDAK TERLANJUR TERJERUMUS KEJALAN SYETAN YANG AKAN MEMBAWA KITA KE NERAKA JAHANAM.
"SEMOGA KITA TERMASUK ORANG YANG BERUNTUNG DAN SELALU DALAM PERLINDUNGAN ALLAH SWT, AMIN...AMIN...YA RABBAL ALAMIN..."

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons